Diduga Proyek “Siluman”, Jalan Hotmix di Sebiay Hajimena Natar Menuai Sorotan

Lampung Selatan, Proyek infrastruktur jalan yang berada di Jl. Sebiay Desa Hajimena Kecamatan Natar menuai sorotan tajam dari warga. Kamis, (7/5/2026)

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek tersebut tidak ditemukan papan plang proyek di lokasi pekerjaan. Kondisi ini memicu dugaan kuat dari masyarakat bahwa pekerjaan tersebut merupakan “proyek siluman”, karena tidak memenuhi asas transparansi sebagaimana diatur dalam ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami juga tidak tahu proyek ini dari dinas mana, anggarannya berapa, dan siapa rekanannya karena tidak ada papan informasi,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Pantauan wartawan pada hari Kamis 7/5/2026 terlihat pekerjaan sedang berlangsung, lapisan hotmix tampak tipis, dan struktur badan jalan diduga tidak melalui tahapan pemadatan yang maksimal. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang seharusnya ditetapkan oleh instansi berwenang.

Bagas mengaku sebagai juru jalan dari Bina Marga Provinsi Lampung, saat ditemui di lokasi pekerjaan mengatakan tidak tahu apa-apa masalah proyek pengaspalan tersebut.

" Saya cuma di perintah oleh pak Nurdin orang Bina Marga, untuk yang lain-lain nya saya tidak tau apa-apa", Ujarnya

" Setau saya ini bukan rutin karena ini kan jalan kabupaten tapi bukan tender juga, karena gak ada plang informasinya, inti nya saya cuma di perintahkan oleh pak Nurdin untuk mengawasi pekerjaan ini," Pungkasnya.

Kami mengucapkan terima kasih jalan sudah di perbaiki, akan tetapi kami sebagai masyarakat mau tau anggaran jalan tersebut berapa? Tidak ada papan plang proyek dinilai melanggar prinsip keterbukaan informasi publik, (KIP) sekaligus menyulitkan masyarakat dalam melakukan pengawasan sosial

Padahal, keberadaan papan proyek merupakan kewajiban untuk menjelaskan sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, serta pelaksana kegiatan.

Warga berharap aparat pengawas internal pemerintah (APIP), Inspektorat, hingga penegak hukum turun langsung ke lokasi untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh. “Kami minta proyek ini diperiksa,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, atas nama Nurdin yang disebut bekerja di Bina Marga Provinsi Lampung belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan resmi terkait proyek tersebut. namun Media ini akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait demi keberimbangan informasi dan kepentingan publik.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR