LAMPUNG SELATAN — Kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Merbau Mataram 2, Pasar Ijo, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan.
Kelompok Penerima (KP) di Desa Baru Ranji mengaku menemukan bagian ayam yang diduga terdapat larva atau belatung dalam makanan MBG yang diterima pada Kamis (20/8/2026).
Temuan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pengendalian mutu makanan yang diproduksi serta didistribusikan oleh SPPG Merbau Mataram 2.
Salah seorang penerima di Desa Baru Ranji mengungkapkan kekecewaannya atas temuan tersebut.
“Ini kembali terulang lagi. Kami menemukan sesuatu yang diduga belatung pada menu ayam. Tentu kami kecewa karena makanan tersebut akan dikonsumsi oleh penerima manfaat,” ujarnya kepada media.
Sebelumnya, SPPG Merbau Mataram 2 juga sempat mendapat sorotan setelah adanya laporan dari penerima manfaat mengenai daging ayam yang diduga mengalami pembusukan dan terdapat larva.
Saat itu, Kepala SPPG Merbau Mataram 2, Fandi Zuliansyah, telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan akan meningkatkan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Munculnya laporan terbaru mengenai dugaan adanya larva pada menu ayam tersebut pun menjadi perhatian, mengingat sebelumnya telah ada laporan serupa.
Belum Ada Klarifikasi dari Kepala SPPG
Untuk mendapatkan penjelasan dan menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media telah berupaya mengonfirmasi Kepala SPPG Merbau Mataram 2, Fandi Zuliansyah, terkait laporan tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi dari pihak SPPG Merbau Mataram 2 mengenai dugaan temuan larva pada menu ayam yang diterima KP di Desa Baru Ranji.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap adanya penjelasan secara terbuka mengenai standar pengawasan keamanan dan kualitas makanan yang diterapkan di SPPG tersebut.
Masyarakat juga berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengadaan dan penerimaan bahan pangan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, pengemasan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Selain itu, instansi terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap temuan tersebut untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya dari makanan yang dilaporkan bermasalah.
Hasil pemeriksaan diperlukan agar dapat diketahui apakah temuan tersebut benar merupakan larva, bagaimana proses makanan tersebut dapat sampai kepada penerima, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Merbau Mataram 2 belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.
(TIM)

