LAMPUNG SELATAN – Polemik pelaksanaan proyek revitalisasi sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mencuat. Kali ini, muncul dugaan penggunaan nama dan foto anggota TNI dalam pemberitaan terkait proyek tersebut tanpa seizin yang bersangkutan. Sabtu (29/8/2026)
Foto anggota Koramil yang diketahui bernama Mardiyanto disebut dicantumkan untuk memberikan kesan bahwa pelaksanaan proyek mendapat perhatian atau pengawasan dari pihak TNI. Namun, berdasarkan konfirmasi kepada yang bersangkutan, Mardiyanto membantah adanya keterlibatan dirinya dalam pengawasan maupun pelaksanaan proyek tersebut.
Ketua Ikatan Kemasyarakatan Masyarakat Lampung (IKAM Lampung), Ruli Hadi Putra, turut menyoroti persoalan tersebut.
“Ini sudah sangat kacau. Sebelumnya sudah muncul laporan mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis konstruksi dalam proyek ini. Namun kemudian muncul pemberitaan sanggahan dari pihak sekolah yang menyatakan pelaksanaan dan pengawasan proyek berjalan sesuai aturan, disertai foto anggota TNI yang seolah-olah sedang mengawasi pekerjaan,” ujar Ruli.
Menurut Ruli, penggunaan foto anggota TNI dalam konteks pemberitaan proyek perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai penggunaan fotonya, Mardiyanto mengaku terkejut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin untuk penggunaan foto tersebut dalam konteks proyek revitalisasi SMKN 1 Sragi.
“Wah, kok ada foto saya di sini? Siapa yang mengirim ke media? Ini tanpa seizin saya. Saya tegaskan, di lokasi itu saya hanya sebagai Babinsa. Tidak ada keterlibatan saya dalam proyek ini, baik sebagai pengawas maupun pihak yang menyetujui pelaksanaannya,” kata Mardiyanto.
Ia juga mempertanyakan alasan foto dirinya digunakan dalam pemberitaan yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek.
“Kalau memang saya tidak terlibat dalam proyek, seharusnya foto saya tidak digunakan untuk memberikan kesan seolah-olah saya mengawasi atau terlibat. Saya mempertanyakan mengapa foto tersebut digunakan tanpa konfirmasi kepada saya,” ujarnya.
Mardiyanto menambahkan bahwa persoalan tersebut sebaiknya diklarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai posisi dan kewenangannya sebagai Babinsa.
Sebelumnya, pelaksanaan proyek revitalisasi di SMKN 1 Sragi juga menjadi sorotan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis konstruksi. Namun, mengenai benar atau tidaknya dugaan tersebut, diperlukan pemeriksaan dan verifikasi oleh pihak yang memiliki kewenangan teknis.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari Plt. Kepala SMKN 1 Sragi, Siswanto, S.T., mengenai penggunaan foto Mardiyanto serta tudingan terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan, apabila diperlukan, melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek guna memastikan penggunaan anggaran pendidikan berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(Rls/tim)

